Kondominium Hotel (Kondotel) adalah jenis properti yang sedang marak di bangun di Indonesia. Properti kondominium ini dioperasikan layaknya hotel, namun untuk hak kepemilikan dipecah seperti kondominium. Sederhananya, setiap kamar yang ada di kondotel bisa dimiliki oleh orang yang berbeda-beda dan dikelola oleh satu operator.
Tidak berbeda jauh dengan hunian apartemen, kondotel juga mempuyai banyak tipe unit yang berbeda. Tipe unit kondotel juga dibedakan dari luas ruangan, banyaknya kamar tidur dan fasilitas lainnya.
Ada beberapa keuntungan yang bisa didapat dari berinvestasi kondotel ini
- Mendapatkan Pendapatan yang cukup Tinggi
- Investor bisa Mendapatkan Fasilitas Menginap Gratis
- Harga Unit Kondotel yang Selalu Meningkat
- Bisa Dibeli dengan Menggunakan sistem KPA (Kredit Pemilikan Apartemen)
Bentuk kerugian dari investasi pada kondotel
- Harga tidak bisa naik jika berada pada lokasi sepi
- Peluang untuk kena tipu pengelola tinggi saat investasi
Selain mirip dengan hotel, tidak sedikit orang yang belum memahami apa perbedaan kondotel dan apartemen. Meskipun sama-sama berupa hunian vertikal, kondotel dan apartemen memiliki perbedaan mendasar, terutama dari segi pengelolaan dan tujuan penggunaan.
- Kepemilikan dan Pengelolaan
- Tujuan Penggunaan dan Pendapatan
Berbeda dengan hotel, pada Kondotel terdapat dapur karena memang Kondotel didesain untuk yang ingin tinggal tidak hanya sehari-dua hari, dengan konsep huniannya mirip apartemen. Yang paling membedakan Kondotel dengan hotel adalah Kondotel bisa dibeli per unit dimana hak ini tidak mungkin dilakukan untuk sebuah hotel yang harus dibeli dengan keseluruhan bangunan beserta fasilitasnya. Kontrak Kondotel menyediakan akses ke layanan kebersihan untuk merawat rumah. Harga unit kondotel juga berpotensi naik jika pemiliknya memutuskan untuk menjualnya.
Memiliki unit kondotel bisa memiliki beberapa kekurangan. Biaya pemeliharaan dan kebersihannya bisa tinggi. Biaya tersebut mungkin didasarkan pada luas setiap unit. Pemilik unit mungkin perlu mengambil asuransi khusus untuk properti tersebut. Harga unit kondotel mungkin didasarkan pada aktivitas wisata dan liburan, bukan pasar properti. Pemilik unit biasanya akan membayar tarif pajak komersial atas pendapatan yang diperoleh dari sewa.
Variable lain seperti tingkat hunian dapat mengalami penurunan tajam ketika wisatawan tidak tertarik untuk mengunjungi destinasi tersebut. Pemilik unit mungin dibatasi jumlah hari maksimum untuk menggunakan ruang tersebut. Ketentuan perjanjian Kondotel mungkin mengharuskan unit tersebut tersedia untuk disewa hampir sepanjang tahun. Memperoleh pembiayaan bisa menjadi tantangan bagi calon pembeli unit Kondotel. Banyak bank mungkin menolak memberikan pinjaman untuk pembelian semacam itu.
Kesimpulan
Kondotel (Kondominium Hotel) adalah properti yang memadukan konsep apartemen dan hotel, di mana unit dapat dimiliki individu namun dikelola secara profesional layaknya hotel. Investasi kondotel menawarkan keuntungan seperti potensi pendapatan tinggi, fasilitas menginap gratis, dan nilai properti yang cenderung meningkat, tetapi juga memiliki risiko seperti biaya pemeliharaan yang tinggi, potensi penurunan nilai jika lokasi kurang strategis, serta keterbatasan penggunaan unit oleh pemilik. Dengan perbedaan yang jelas dari apartemen maupun hotel, investasi kondotel dapat menjadi peluang menjanjikan sekaligus menantang, sehingga memerlukan pertimbangan yang matang sebelum memutuskan untuk berinvestasi.